Pengembangan Telematika dan Telekonferens untuk Manajemen Pengetahuan di Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat

Blended Learning Banner

 Pengantar

Perguruan-perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Kesehatan Masyarakat saat ini berkembang dalam jumlah dan mutu yang bervariasi.  Bermutu atau tidaknya sebuah perguruan tinggi tergantung kepada kemampuan dosen dan pimpinannya untuk berkembang. Saat ini peringkat perguruan tinggi juga dinilai dengan akreditasi yang bertumpu pada kemampuan SDM-nya. Kemampuan dosen dan staf tergantung pada bagaimana pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management) di perguruan tinggi. Dalam hal ini akan ada perguruan-perguruan tinggi yang serius untuk melakukan Knowledge Management dalam rangka peningkatan kinerja, namun ada juga yang tidak. 

Apa arti Knowledge Management untuk perguruan tinggi?

Knowledge Management atau Pengelolaan Pengetahuan merupakan pengelolaan sistematis tentang aset pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi. Tujuan pengelolaan ini untuk meningkatkan nilai dan menjadi dasar kebutuhan pengembangan strategi dan taktik mencapai tujuan. Pengelolaan pengetahuan mencakup bagaimana penyimpanan ilmu, sharing, perbaikan, dan penciptaan ilmu. Perguruan Tinggi yang memiliki keinginan untuk mengembangkan Pengelolaan Pengetahuan perlu untuk:

  1. Mengetahui dimana dan dalam bentuk apa pengetahuan itu ada;
  2. Apa yang ingin diketahui oleh dosen perguruan tinggi;
  3. Bagaimana perguruan tinggi dapat meningkatkan budaya organisasi yang mendukung pembelajaran, kerjasama hasil (share) pengetahuan, dan penciptaan ilmu pengetahuan;
  4. Bagaimana pengetahuan yang tepat dapat diperoleh para dosen dalam waktu yang cepat;
  5. Bagaimana menghasilkan dan memperoleh pengetahuan baru yang relevan.

Seluruh kebutuhan di atas memerlukan pengelolaan secara baik untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam pengelolaan pengetahuan ini,  diperlukan kemampuan telematika dan telekomunikasi (secara digital) yang baik. Dalam era digital ini, berbagai pengetahuan terbaru banyak tersedia melalui media website dan dunia maya. Penempatan pengetahuan baru di dunia digital juga dilakukan tidak secara pasif dan satu arah. Penempatan dilakukan dengan sistem yang dapat interaktif dan mampu memicu terjalinnya komunikasi antara produsen ilmu pengetahuan dengan pengguna ilmu pengetahuan. Diprediksi, sebuah Perguruan Tinggi yang tidak memahami perkembangan pengetahuan melalui digital akan sulit untuk meningkatkan kinerjanya.

Saat ini di berbagai website sudah dapat ditemui berbagai perkembangan ilmu terbaru yang disebarkan secara online melalui berbagai web khusus. Di dalam web-web yang ada, juga terdapat berbagai kelompok pembelajaran yang mengadopsi prinsip-prinsip Community of Practice.  Seluruh hal ini menimbulkan ketidakpahaman pada penyebaran ilmu secara digital akan menyulitkan pengelolaan pengetahuan.

 

 Tujuan

  1. Memahami arti Knowledge Management untuk perguruan tinggi;
  2. Memahami peran Community of Practice dalam penyebaran dan pengembangan ilmu;
  3. Memahami perkembangan telematika dan telekonferens dalam mengelola pengetahuan;
  4. Melatih kemampuan telekonferens melalui webinar dan menjadi host

 

hasil Hasil yang Diharapkan

  • Peserta memahami konsep knowledge management dan community of practice
  • Peserta mampu menjadi inisiator penerapan konsep knowledge management di lembaganya
  • Peserta memahami konsep telekonferensi dan webinar sebagai salah satu strategi penyebaran dan pengembangan ilmu
  • Peserta mampu mengikuti webinar sebagai peserta secara mandiri

 

agenda Agenda

Blended Learning Pengembangan Telematika dan Telekonferens untuk Manajemen Pengetahuan di Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat dilangsungkan pada hari Selasa, 17 Oktober 2017 pukul 13:00 – 16:30 WITA, bertempat di Manado.

 

peserta Peserta

Peserta kegiatan Blended Learning Pengembangan Telematika dan Telekonferens untuk Manajemen Pengetahuan di Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat ini adalah:

  1. Dosen-dosen Perguruan Tinggi
  2. Dekanat Fakultas dan Direktur Politeknik-politeknik
  3. Kepala-Kepala Departemen

agenda Kegiatan