Ibu Negara Gelar Telekonferensi Bahas Pencegahan Dini Kanker Serviks

TANGERANGRAYAONLINE.COM – Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, melakukan telekonferen dengan sejumlah istri kepala daerah saat meresmikan program nasional pencegahan dini kanker serviks, baru-baru ini, termasuk dengan Dewi Rano Karno yang menghadiri launching program tersebut di Puskesmas Kota Serang.

“Antusiasnya di Banten sangat tinggi. Bisa dilihat di Kota Serang Bu, yang mengikuti tes IVA saja sementara telah mencapai 900 orang se-Banten, dan di kota Serang saja mencapai 200 orang,” ujar Dewi dalam percakapan telekonferensi dengan Iriana.

Yang menarik, sejak sambungan telekonferensi itu dimulai, warga yang hadir di Puskesmas tersebut serempak mengucapkan “Banten Sehat” sambil tepuk tangan secara berulang-ulang.

Ribuan warga dan pejabat menghadiri acara pencanangan program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indones serta rela melakukan antri untuk mengikuti tes IVA (Inpeksi Visual Asetat) di Puskesmas Kota Serang, Banten. Tes IVA ini untuk mendeteksi dini supaya cepat diketahui, sehingga dapat dicegah berkembang lebih lanjut.

Pencanangan Gerakan ini digagas oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) yang dipimpin oleh ibu Negara Iriana Jokowi bersama dengan Tim Penggerak PKK Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Kota. Acara ini juga dihadiri istri Kapolri Nining Badrodin Haiti, Istri Menteri Perhubungan Ratnawati Jonan, Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, dan Walikota Serang Tb Haerul Jaman.
Pencanangan ini dilakukan bersamaan dengan beberapa Provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Jogjakarta, Sumut, Lampung, Sumsel, NTT, Sumsel, Jateng dan Banten.
Plt Gubernur Rano Karno dalam acara ini mengatakan, penyakit kanker perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak, mengingat penyakit ini sulit untuk disembuhkan dan angka kematiannya yang cukup tinggi. Sehingga beban pembiayaan kesehatan yang ditimbulkan juga cukup tinggi.

“Penyakit kanker juga disebut sebagai Silent Killer dimana penderita kanker baru menyadari saat stadium penyakitnya sudah parah dan tidak banyak yang dapat dilakukan,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena masyarakat belum menyadari sepenuhnya bahaya penyakit kanker serta perilaku hidup yang cenderung tidak sehat.
“Setiap wanita beresiko tinggi terjangkit kanker leher rahim dan kanker payudara selama hidup mereka, tanpa memandang usia dan gaya hidup, maka dari itu kepada seluruh wanita disarankan untuk rutin melakukan Skrining dengan cara IVA (Inpeksi Visual Asetat) dan untuk deteksi dini kanker payudara dengan menggunakan metode Clinical Breast Examination (CBE),” pungkasnya.

Ini dilakukan agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga prognosisnya akan lebih baik dan biaya pelayanan pengobatan juga dapat ditekan,” jelas rano dihadapan kader PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota serta ratusan ibu-ibu yang hadir.

Rano menyebutkan, penderita kanker leher Rahim hingga tahun 2014 di Provinsi Banten berjumlah 116 kasus dan kanker payudara berjumlah 325 kasus, sedangkan angka kematian yang dilaporkan pada kanker Rahim hanya satu kasus dan kanker payudara 4 kasus.

“Pemprov Banten telah berupaya terus meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan dengan dukungan sumber daya yang memadai, kami akan terus bergerak meningkatkan pelayanan kesehatan dari pinggir ke tengah sehingga seluruh masyarakat di banten akan menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.

“Saya juga menghimbau agar masyarakat terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dengan selalu memeriksakan kesehatannya secara berkala dan menerapkan PHBS sebagai gaya hidup,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten drg Sigit Wardojo mengatakan, kanker leher Rahim dan kanker payudara perlu diwaspadai sejak dini sehingga tidak mengalami keterlambatan dalam memperoleh penanganan. Kondisi ini sering terjadi karena ketidaktahuan masyarakat khususnya kaum perempuan mengenai informasi kanker secara komperhensif.

“Dengan deteksi dini akan semakin cepat diketahui, sehingga dapat dicegah berkembang lebih lanjut,” kata Sigit.

Sigit menjelaskan, bagi kaum wanita untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker, untuk terus giat meningkatkan kepedulian kesehatan sebagai wujud kesetaraan gender untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang sama.
Ia menyebutkan, berdasarkan koordinasi dari delapan daerah di Banten, peserta yang mengikuti tes IVA mencapai 2850 orang, sementara dari kota serang sebanyak 239 orang.

“Kegiatan ini tidak akan terhenti sampai disini saja, tetapi akan terus berlanjut dengan perluasan jangkauan sasaran masyarakat melalui upaya promosi dan sosialisasi secara terus menerus sehingga menarik minat kaum perempuan untuk terus memeriksakan kondisi kesehatan reproduksinya dengan pemeriksaan kesehatan yang sederhana,” jelasnya. (lif/bgn)

Sumber